IMG-20251106-WA0048

Penanaman Jagung Hibrida di Mampuak, Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Rakyat

Dilihat : 433
Kali

 

 

Muara Teweh,  – Desa Mampuak, Kecamatan Teweh Timur kembali menjadi pusat kegiatan pertanian dengan dilaksanakannya Tanam Perdana Jagung Hibrida oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara. Langkah ini merupakan strategi penting dalam penguatan ketahanan pangan daerah.

Bupati H. Shalahuddin memimpin langsung acara ini bersama Wakil Bupati Felix Soenadi Y Tingan dan unsur Forkopimda. Para petani yang hadir tampak semangat mengikuti jalannya kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa pertanian harus menjadi kekuatan ekonomi rakyat. Dengan berbagai tantangan seperti perubahan iklim, daerah perlu mengoptimalkan pengelolaan sumber daya untuk menjaga ketersediaan pangan.

Jagung hibrida dinilai mampu memberikan hasil yang lebih menguntungkan. Selain tahan terhadap hama, varietas ini memiliki produktivitas tinggi sehingga cocok dikembangkan di lahan-lahan potensial.

Bupati juga menegaskan pentingnya dukungan teknologi dan pembinaan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani agar produksi meningkat dan pendapatan masyarakat terus bertambah.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Eveready Noor, menjelaskan bahwa komoditas jagung kini menjadi salah satu unggulan Barito Utara. Pada tahun 2025, hampir 31 ton benih jagung hibrida telah dibagikan kepada kelompok tani di berbagai kecamatan.

Varietas Pertiwi 5 digunakan dalam tanam perdana ini. Dengan potensi hasil 4–6 ton per hektare, varietas tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing jagung lokal.

Di akhir kegiatan, pemerintah membagikan bantuan berupa benih, alat pertanian, hingga pupuk dan obat-obatan. Bantuan tersebut diberikan kepada beberapa kelompok tani sebagai modal awal musim tanam kali ini.

Melalui tanam perdana ini, pemerintah berharap Desa Mampuak dapat menjadi salah satu sentra produksi jagung yang mampu menopang kebutuhan pangan daerah secara berkelanjutan.(Md)

Archives