IMG-20251115-WA0014(1)

Bunda PAUD Barito Utara Teguhkan Komitmen di Apresiasi Nasional 2025

Dilihat : 452
Kali

 

 

JAKARTA – Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional Tahun 2025 yang berlangsung pada 12–14 November 2025 di Jakarta kembali menjadi ruang silaturahmi dan evaluasi bagi para pendamping PAUD dari seluruh Indonesia. Bunda PAUD Barito Utara, Hj. Maya Savitri Shalahuddin, turut hadir dalam rangkaian kegiatan yang diinisiasi Kemendikdasmen tersebut.

Mengangkat tema “Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat”, acara ini menekankan pentingnya pendampingan bagi anak usia dini sebagai pondasi pembentukan karakter generasi mendatang. Pemerintah menekankan bahwa peran Bunda PAUD sangat krusial dalam menyukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah.

Dalam sambutannya, Hj. Maya Savitri menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh Bunda PAUD yang bekerja tanpa pamrih di daerah masing-masing. Menurutnya, penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol, tetapi bentuk pengakuan atas dedikasi nyata.

Ia menambahkan bahwa momen apresiasi nasional ini memberi energi baru untuk terus memperjuangkan kualitas layanan PAUD yang inklusif. Menurutnya, dukungan lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program pendidikan usia dini.

Acara tersebut juga dihadiri berbagai tokoh nasional, termasuk Istri Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, serta Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa isu PAUD kini menjadi salah satu fokus strategis pemerintah pusat.

Pada kesempatan itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguatan PAUD merupakan bagian dari implementasi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu poinnya adalah memperkokoh kualitas SDM melalui wajib belajar 13 tahun.

Sebanyak 42 Bunda PAUD dari berbagai wilayah menerima penghargaan dalam berbagai kategori, termasuk Bunda PAUD Inovatif dan Berprestasi tingkat provinsi, kabupaten, kota, serta desa. Hal ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan inovasi terus tumbuh di berbagai daerah.

Para peserta berharap apresiasi ini dapat menjadi rutinitas tahunan yang mampu memotivasi seluruh elemen pendidikan anak usia dini. Tidak hanya menguatkan komitmen, tetapi juga memperluas jaringan kolaborasi.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu akhirnya ditutup dengan penegasan bahwa Bunda PAUD bukan sekadar ikon, melainkan penggerak utama lahirnya generasi emas Indonesia.(Md)

Archives