Muara Teweh – Sebanyak 45 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Barito Utara mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) sebagai persiapan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026.
Pemusatan Diklat tersebut resmi dibuka di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Selasa (4/8/2026).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara, Rayadi, mengatakan Diklat berlangsung selama 15 hari, mulai 3 hingga 17 Agustus 2026.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Tiara Batara dan seluruh peserta diwajibkan tinggal di Rumah Betang Stadion Swakarya selama mengikuti pelatihan.
Dari 45 peserta tersebut, sebanyak 22 merupakan putra dan 23 putri. Mereka berasal dari tujuh kecamatan di Kabupaten Barito Utara.
Kecamatan Teweh Tengah menjadi penyumbang peserta terbanyak dengan 32 orang. Peserta lainnya berasal dari Gunung Timang, Teweh Baru, Montallat, Lahei, Gunung Purei, dan Lahei Barat.
Rayadi mengatakan pelaksanaan Diklat bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki disiplin tinggi, jiwa nasionalis, cinta tanah air, menjunjung tinggi Pancasila, memiliki kepemimpinan dan patriotisme.
Para peserta juga dibekali kemampuan teknis kepaskibrakaan untuk menunjang pelaksanaan tugas pengibaran Bendera Merah Putih.
Selain mempersiapkan Paskibraka tingkat kabupaten, Barito Utara juga mengirimkan empat calon Paskibraka ke tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Empat calon tersebut terdiri atas dua putra dan dua putri yang berasal dari SMAN 1 Muara Teweh, SMAN 4 Muara Teweh, SMAN 1 Teweh Baru, dan MAN Barito Utara.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan, drg. Dwi Agus Setijowati, yang membacakan sambutan Bupati.
Bupati menyampaikan bahwa anggota Paskibraka merupakan putra-putri terbaik yang memperoleh kehormatan sekaligus amanah setelah melalui proses seleksi objektif, transparan, dan kompetitif.
Ia menegaskan bahwa lolos seleksi merupakan awal pembentukan karakter. Para calon Paskibraka akan ditempa secara fisik, mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan.
Bupati mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan Diklat dengan penuh semangat, kesungguhan, dan tanggung jawab.
Nilai Pancasila, persatuan, solidaritas, serta kecintaan terhadap tanah air harus menjadi pedoman hingga pelaksanaan tugas pengibaran Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2026.
“Anak-anakku adalah generasi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadi teladan dalam sikap, prestasi, dan kecintaan kepada bangsa. Setelah selesai bertugas sebagai Paskibraka, tetaplah menjadi pelopor persatuan, menjauhi narkoba, pergaulan bebas, serta berbagai pengaruh negatif demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” demikian pesan Bupati.(Md)
Posted in Barito Utara, Pemerintah