IMG-20260901-WA0004(1)

DKPP Barut Ajak Warga Aktif Awasi Praktik Illegal Fishing

Dilihat : 423
Kali

 

Muara Teweh – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara mengajak masyarakat ikut aktif melakukan pengawasan terhadap kondisi sungai dan perairan di wilayah masing-masing.

Kepala DKPP Kabupaten Barito Utara, H. Siswandoyo, mengatakan pengawasan bersama diperlukan untuk mencegah terjadinya praktik illegal fishing yang dapat merusak ekosistem dan sumber daya perikanan.

Imbauan tersebut disampaikan Siswandoyo, Selasa (11/8/2026) di Muara Teweh, dengan mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bahan atau obat bius, bahan beracun, bahan peledak, alat setrum maupun alat tangkap lainnya yang dilarang.

Menurutnya, praktik penangkapan ikan yang merusak dapat menyebabkan ikan-ikan kecil dan bibit ikan ikut mati.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap keberlangsungan populasi ikan di sungai maupun perairan lainnya di Barito Utara.

Selain mengancam populasi ikan, praktik illegal fishing juga dapat merusak habitat dan ekosistem perairan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Siswandoyo meminta masyarakat yang menemukan praktik penangkapan ikan yang merusak agar segera melaporkannya kepada pihak terkait.

Laporan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga praktik penangkapan ikan yang merusak dapat dicegah.

Menurutnya, kesadaran, kepedulian dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan di Barito Utara.(……)

DKPP Barut Perkuat Edukasi dan Pembinaan untuk Jaga Sumber Daya Ikan

Muara Teweh – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Barito Utara akan terus mendorong edukasi dan pembinaan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan ekosistem perairan.

Kepala DKPP Kabupaten Barito Utara, H. Siswandoyo, mengatakan edukasi kepada masyarakat penting dilakukan agar kesadaran untuk menjaga sumber daya perikanan semakin meningkat.

Hal tersebut disampaikannya, Selasa (11/8/2026) di Muara Teweh, sekaligus mengajak masyarakat menghentikan praktik illegal fishing atau penangkapan ikan dengan cara-cara yang dilarang dan merusak lingkungan.

Siswandoyo mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan setrum, bahan beracun, bahan peledak, obat bius maupun alat tangkap yang dilarang.

Menurutnya, penggunaan cara-cara tersebut dapat merusak lingkungan perairan sekaligus mematikan ikan kecil dan bibit ikan yang seharusnya dapat tumbuh dan berkembang biak.

“Kalau ikan-ikan kecil dan bibit ikan ikut mati, tentu dalam jangka panjang populasi ikan akan berkurang. Dampaknya bukan hanya terhadap ekosistem, tetapi juga terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sumber daya perikanan,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengambil manfaat dari hasil perikanan, tetapi juga menjaga habitat ikan agar tetap lestari.

“Kami berharap masyarakat menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian perikanan di Barito Utara. Mari kita hentikan illegal fishing dan bersama-sama menjaga sungai sebagai sumber kehidupan,” pungkas Siswandoyo.

DKPP Barito Utara, lanjutnya, akan terus mendorong edukasi dan pembinaan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan dan ekosistem perairan.(Md)

Archives